TRENGGALEK– Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek hadir dalam rangka panen raya di Desa Ngrambingan, Kecamatan Panggul. Panen raya itu dalam rangka upaya pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan akan pangan masyarakat.
Dinas Pertanian Kehutanan dan pPerkebunan Kabupaten Trenggalek telah melaksanakan Upsus Pajale dengan mengutamakan upaya peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai.
“Saat ini Trenggalek sudah memasuki musim panen mulai bulan Maret hingga April dengan luas area persawahan 14.000 ha. Sedang di Kecamatan Panggul seluas 1.200 ha utamanya di Desa Ngambingan seluas 68 ha,” ucap Kepala Dispertahutbun Kabupaten Trenggalek, Joko Surono.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kegiatan sarana prasarana pendukungnya.
Dengan keterpaduan kegiatan itu diharapkan kedepan, upaya peningkatan produktivitas dan produksi tanaman padi, jagung dan kedelai dapat tercapai sesuai target.
Dalam pencapaian target itulah, Pemerintah mengalokasikan kegiatan diantaranya memberikan bantuan intensifikasi padi hibrida sejumlah 6.000 ha, jagung 6.974 ha dan ekstensifikasi kedelai 7.000 ha.
“Permasalahan subsektor tanaman pangan terutama adanya kesenjangan produktivitas ditingkat petani cukup besar dibanding potensi yang dicapai petani,” imbuh Joko sapaan akrabnya.
Penyebabnya tak lain adalah penerapan teknologi yang belum optimal, penggunaan benih bermutu masih perlu ditingkatkan, penggunaan pupuk yang belum seimbang dan efisien, penggunaan pupuk organik belum populer, budidaya spesifik lokasi belum berkembang, pendampingan oleh penyuluh, POPT, PBT dan peneliti belum optimal dan kemitraan usaha yang belum berkembang.
Dikonfirmasi terpisah Bupati Trenggalek, Emil Dardak kepada wartawan menuturkan dari data perkembangan luas panen, produksi dan produktivitas padi di Trenggalek menunjukkan selama kurun waktu 2 tahun terakhir mengalami peningkatan yang besar dari produksi 169.608 ton di tahun 2014 dengan produktivitas 59,70 ku/ha menjadi 184.604 ton ditahun 2015 dengan produktivitas sebesar 62,22 ku/ha.
“Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam upaya mendukung keberhasilan disektor pertanian sangat besar terlebih dalam upaya membangun bendungan di Trenggalek. Dan dukungan dari masyarakat sangat diharapkan untuk keberhasilan pembangunan bendungan yang merupakan harapan besar bagi masyarakat,” tuturnya.
Tanaman padi merupakan tanaman yang membutuhkan air tapi bukan tanaman air. Adapun hambatan serta tantangan tanam padi yang dihadapi masyarakat cukup besar baik dari gangguan faktor alam maupun teknis.
“Kuncinya adalah keseriusan kita untuk membina dan mengarahkan demi keberhasilan dan kesejahteraan masyarakat Trenggalek,” tandas suami Arumi Baschin ini.
Pihaknya juga menyempatkan memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah membimbing, mendampingi serta bekerja keras membangun pertanian demi ketahanan pangan di Kabupaten Trenggalek. (yatno)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar