PATI - Dengan ketekunan dan keuletan masyarakatnya Dukuh Tulis, Desa Kedalon, Kecamatan Batangan Kabupaten Pati sejak dua tahun terakhir kini sudah menjadi sentra pemasok ikan lele konsumsi, untuk wilayah kabupaten dan luar kabupaten.
Dipelopori tiga kelompok pembudidaya ikan lele yang dikategorikan pemula yaitu Raja Lele Utama, Mina Utama II, dan Kantong Lele kini masyarakat Dukuh Tulis hampir 80 persen warga yang mempunyai lahan kosong kini membudidayakan ikan lele.
Saat ditemui awak media Waspada Bapak Ahmad Romli, Suntono, dan Juhadi yang notabene adalah para ketua kelompok yang kebetulan ada kegiatan di kolam masing-masing.
Keterangan Pak Suntono untuk pembesaran ikan lele, faktor sumber daya alamnya yang mendukung seperti airnya yang tawar dan payau karena ikan lele lebih cocok dengan air seperti itu. Kebetulan untuk pakannya sendiri diberi tambahan limbah rajungan, jadi tidak hanya menggunakan pakan konsentrat yang harganya relatif mahal.
Untuk pemasaran sendiri setiap hari sudah ada pemasok dan pedagang yang datang langsung sehingga mempermudah proses pemasaran. Setiap kelompok dan anggotanya sering mengadakan pertemuan bulanan menyampaikan ide-ide dan gagasan yang sekarang sudah terbentuk satu wadah koperasi dan memiliki azet ratusan juta rupiah, mulai dari simpan pinjam, penyediaan pakan dari pabrik, dan alat-alat pembudidayaan ikan.
Pak Juhadi juga menuturkan dinas terkait yaitu Dinas Pertanian dan Peternakan juga sering mengajak pembelajaran atau studi banding ke luar daerah, sehingga sangat membantu apa yang didapat oleh pembudidaya. Inisiatif para kelompok sangat besar mulai dari uji coba kolam panami, pembibitan ikan lele yang sekarang bibit masih membeli dari luar daerah.
Ia juga mengharapkan dukungan dari pemerintah lewat program-program bantuan atau apa saja guna menunjang perkembangan sektor pembudidayaan. (imam.p)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar