Laporan
– Karminto Adi, SSos
Wartawan
WASPADA
LUMAJANG - Menindak lanjuti usulan yang disampaikan oleh Kapolsek Pasirian AKP. Zainul Arifin. SH, saat agenda Musrenbang Kec. Pasirian beberapa waktu lalu, yang mana dalam usulannya beliau mengajukan agar pemanfaatan Jalan Lintas Selatan (JLS) untuk dimanfaatkan laju dari kendaraan bermuatan hasil tambang, pasalnya lalu lalang kendaraan berat tersebut selama ini melintas dijalan raya pasirian, sehingga selain mengganggu pengguna jalan yang lain, kerusakan jalan sepanjang jalan raya pasirian semakin parah saja.
Dalam hal ini untuk menyikapi masalah tersebut perlu dipikirkan secara matang"Untuk jangka pendeknya bisa melalui pos doreng dan keluar di jalan pandu, dan untuk jangka panjangnya pemerintah bisa membuatkan jalan yang tembus di timbangan pasir lempeni, dan akan lebih bagus lagi jika JLS langsung ditembuskan ke JLT",Tegas Kapolsek Pasirian.
Hal senada juga disampaikan oleh sejumlah tokoh masyarakat yang merasa tidak nyaman saat melintas disepanjang jalan raya pasirian, diakui sejumlah titik jalan raya pasirian memang mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga para pengguna jalan harus berhati-hati saat melintas tujuannya untuk menghindar dari lubang yang semakin hari semakin lebar dan dalam menjadi genangan air.
"Kami setuju jika kendaraan berat bermuatan hasil tambang dialihkan di JLS, karena tidak mengganggu para pengendara sepeda motor",Terang Adit warga Dusun Bulak Winong, yang juga selaku tokoh masyarakat Pasirian. Selasa (6/2/2018).
Lanjut Adit, kerusakan jalan raya Pasirian, diakui sangat mengganggu terlebih disaat Jam - Jam sibuk, seperti Jam pagi saat musim berangkat sekolah dan Jam pulang sekolah, apalagi, masih menurutnya situasi semakin terlihat parah saat musim hujan.
"Pasca hujan banyak lubang yang digenangi Air, sehingga tidak terlihat dan bagi pengendara yang melintas kerap jatuh",Terangnya.
Hal demikian juga disampaikan warga dusun Gaplek Desa Pasirian Bendot, yang mana pihaknya sangat menyetujui jika kendaraan pasir dialihkan ke JLS, pasalnya selain tidak mengganggu kendaraan umum, juga tidak memperparah kerusakan badan jalan.
Namun pihaknya mengacu kepada aturan otonom yang mana pengalihan arus kendaraan bermuatan tambang juga harus dilakukan oleh Forkopimca.
"Harus ada ketegasan dari dinas terkait untuk mengalihkan kendaraan pasir ke JLS, karena lalu lalang Tronton dan Dum truk bermuatan pasir sangat mengganggu",Tegas Bendot.
Selain itu Bendot juga berharap ada perhatian dari pemerintah setempat baik dari Polsek, Satpol PP, dan semua stagholder, agar segera mengalihkan laju kendaraan bermuatan tambang ke JLS, karena pihaknya berpendapat agar tidak terus memakan korban laka.
"Pengalihan itu harus lebih diprioritaskan, apa harus menunggu korban lebih banyak lagi",Pungkasnya.(Kar)
LUMAJANG - Menindak lanjuti usulan yang disampaikan oleh Kapolsek Pasirian AKP. Zainul Arifin. SH, saat agenda Musrenbang Kec. Pasirian beberapa waktu lalu, yang mana dalam usulannya beliau mengajukan agar pemanfaatan Jalan Lintas Selatan (JLS) untuk dimanfaatkan laju dari kendaraan bermuatan hasil tambang, pasalnya lalu lalang kendaraan berat tersebut selama ini melintas dijalan raya pasirian, sehingga selain mengganggu pengguna jalan yang lain, kerusakan jalan sepanjang jalan raya pasirian semakin parah saja.
Dalam hal ini untuk menyikapi masalah tersebut perlu dipikirkan secara matang"Untuk jangka pendeknya bisa melalui pos doreng dan keluar di jalan pandu, dan untuk jangka panjangnya pemerintah bisa membuatkan jalan yang tembus di timbangan pasir lempeni, dan akan lebih bagus lagi jika JLS langsung ditembuskan ke JLT",Tegas Kapolsek Pasirian.
Hal senada juga disampaikan oleh sejumlah tokoh masyarakat yang merasa tidak nyaman saat melintas disepanjang jalan raya pasirian, diakui sejumlah titik jalan raya pasirian memang mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga para pengguna jalan harus berhati-hati saat melintas tujuannya untuk menghindar dari lubang yang semakin hari semakin lebar dan dalam menjadi genangan air.
"Kami setuju jika kendaraan berat bermuatan hasil tambang dialihkan di JLS, karena tidak mengganggu para pengendara sepeda motor",Terang Adit warga Dusun Bulak Winong, yang juga selaku tokoh masyarakat Pasirian. Selasa (6/2/2018).
Lanjut Adit, kerusakan jalan raya Pasirian, diakui sangat mengganggu terlebih disaat Jam - Jam sibuk, seperti Jam pagi saat musim berangkat sekolah dan Jam pulang sekolah, apalagi, masih menurutnya situasi semakin terlihat parah saat musim hujan.
"Pasca hujan banyak lubang yang digenangi Air, sehingga tidak terlihat dan bagi pengendara yang melintas kerap jatuh",Terangnya.
Hal demikian juga disampaikan warga dusun Gaplek Desa Pasirian Bendot, yang mana pihaknya sangat menyetujui jika kendaraan pasir dialihkan ke JLS, pasalnya selain tidak mengganggu kendaraan umum, juga tidak memperparah kerusakan badan jalan.
Namun pihaknya mengacu kepada aturan otonom yang mana pengalihan arus kendaraan bermuatan tambang juga harus dilakukan oleh Forkopimca.
"Harus ada ketegasan dari dinas terkait untuk mengalihkan kendaraan pasir ke JLS, karena lalu lalang Tronton dan Dum truk bermuatan pasir sangat mengganggu",Tegas Bendot.
Selain itu Bendot juga berharap ada perhatian dari pemerintah setempat baik dari Polsek, Satpol PP, dan semua stagholder, agar segera mengalihkan laju kendaraan bermuatan tambang ke JLS, karena pihaknya berpendapat agar tidak terus memakan korban laka.
"Pengalihan itu harus lebih diprioritaskan, apa harus menunggu korban lebih banyak lagi",Pungkasnya.(Kar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar