Rabu, 14 Juni 2017

Korban Penggusuran Para Pejabat /ASN Akibat Politik di Kanca Pilkada, Menunggu Kepastian Posisi




Keputusan sela yang dinyatakan oleh pihak PTUN Manado terhadap para Pejabat  dan  ASN di lingkungan Pemkab Sanghe yang  tergusur dari kedudukannya pada Januari 2017  kini terus menunggu follow up dari keputusan tersebut. Menurut mereka tindakan penggusuran tersebut adalah sangat tragis dan telah menimbulkan berbagai kerugian baik pada pribadi personal yang ditindaki maupun kepada istitusi yang dtinggalkan. Betapa tidak, telah ada program kerja yang telah tersusun secara apik  dan indah untuk lebih memboboti  kinerja dan pengembangan pengelolaan  institusi tiba-tiba saja tanpa legalitas proses  yang proseduralis  hukuman telah jatuh kepangkuan tiap-tiap personal yang  terkena dengan sambaran kilat  penguasa di sat itu. Salah satu di antaranya adalah  Bapak Romly  Makatiho,S.Pd  sebagai Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kab.Sangihe di Tahuna  tanpa sebab apa-apa tiba-tiba  dimutasikan menjadi  Kepala Tatausaha pada UPTD Dinas  Pendidikan di Kecamatan Tatoareng yang letaknya di pulau  yang  jauh dari kota Tahuna.  Beliau menyatakan kesedihannya kepada wartawan Waspada ketika menemuinya di salah satu ruangan di Kantor Dinas  Pendidikan  Kab.Sangihe di Tahuna pada siang  hari Senin 29 Mei 2017. Ketika ditanya megapa sedih  ?  Romly   Makatiho menjelaskan  karena institusi  SKB  Tahuna Januari 2017 baru saja  selesai tersusun program  kerjanya  bagaikan peluru bedil yang sudah dikokang dan siap ditembak,tibatiba harus saya tinggalkan secara dipaksa oleh penguasa daerah saat itu. Ya, kiranya semuanya yang telah dirancang itu dapat direalisasikan pelaksanaannya oleh Pelaksana Tugas Kepala SKB sekarang ini,harappan Romly. Di samping sedih, Romly Makatiho pun menyatakan rasa kesulitan setelah ada di UPTD Dinas Pendidikan di Tatoareng. Mengapa ? “Betapa tidak,saya ini panas-panasnya berkapasitas pikir seluas dan setinggi area kabupaten, bagaikan atlit yang sedang lari di daerah luas tiba-tiba ditangkap dan dicebloskan  ke dalam suatu ruang yang sempit sehingga nafas yang biasanya keluar masuk leluasa dan menyegarkan,kini harus berhirup-hembus secara terjepit. Di manakah potensi kami dapat dituangkan demi daerah tercinta ini? Namun mengingat dan berpikir bahwa kami ini nyata-nyata jadi korban karena menjadi pendukung Megahagho (Kandidat Calon Bupati/Wakil Bupati Sangihe Pak Jabes E.Gaghana dan Pak Helmut Hontong, maka setelah kedua beliau sudah bertugas sekarang, pasti semua akan dapat diperhitungkan dan dilayakkan kepada posisi-posisi yang relevan,”demikkian Romy Makatiho,S.Pd. 


Romly Makatiho,S.Pd
 
Oleh : GODFRIED  DAPAR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar