Keputusan sela yang dinyatakan
oleh pihak PTUN Manado terhadap para Pejabat
dan ASN di lingkungan Pemkab
Sanghe yang tergusur dari kedudukannya
pada Januari 2017 kini terus menunggu follow
up dari keputusan tersebut. Menurut mereka tindakan penggusuran tersebut adalah
sangat tragis dan telah menimbulkan berbagai kerugian baik pada pribadi
personal yang ditindaki maupun kepada istitusi yang dtinggalkan. Betapa tidak,
telah ada program kerja yang telah tersusun secara apik dan indah untuk lebih memboboti kinerja dan pengembangan pengelolaan institusi tiba-tiba saja tanpa legalitas
proses yang proseduralis hukuman telah jatuh kepangkuan tiap-tiap
personal yang terkena dengan sambaran
kilat penguasa di sat itu. Salah satu di
antaranya adalah Bapak Romly Makatiho,S.Pd
sebagai Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kab.Sangihe di Tahuna tanpa sebab apa-apa tiba-tiba dimutasikan menjadi Kepala Tatausaha pada UPTD Dinas Pendidikan di Kecamatan Tatoareng yang
letaknya di pulau yang jauh dari kota Tahuna. Beliau menyatakan kesedihannya kepada
wartawan Waspada ketika menemuinya di salah satu ruangan di Kantor Dinas Pendidikan
Kab.Sangihe di Tahuna pada siang
hari Senin 29 Mei 2017. Ketika ditanya megapa sedih ? Romly
Makatiho menjelaskan karena
institusi SKB Tahuna Januari 2017 baru saja selesai tersusun program kerjanya
bagaikan peluru bedil yang sudah dikokang dan siap ditembak,tibatiba
harus saya tinggalkan secara dipaksa oleh penguasa daerah saat itu. Ya, kiranya
semuanya yang telah dirancang itu dapat direalisasikan pelaksanaannya oleh
Pelaksana Tugas Kepala SKB sekarang ini,harappan Romly. Di samping sedih, Romly
Makatiho pun menyatakan rasa kesulitan setelah ada di UPTD Dinas Pendidikan di
Tatoareng. Mengapa ? “Betapa tidak,saya ini panas-panasnya berkapasitas pikir seluas
dan setinggi area kabupaten, bagaikan atlit yang sedang lari di daerah luas tiba-tiba
ditangkap dan dicebloskan ke dalam suatu
ruang yang sempit sehingga nafas yang biasanya keluar masuk leluasa dan
menyegarkan,kini harus berhirup-hembus secara terjepit. Di manakah potensi kami
dapat dituangkan demi daerah tercinta ini? Namun mengingat dan berpikir bahwa
kami ini nyata-nyata jadi korban karena menjadi pendukung Megahagho (Kandidat
Calon Bupati/Wakil Bupati Sangihe Pak Jabes E.Gaghana dan Pak Helmut Hontong,
maka setelah kedua beliau sudah bertugas sekarang, pasti semua akan dapat
diperhitungkan dan dilayakkan kepada posisi-posisi yang relevan,”demikkian Romy
Makatiho,S.Pd.
Oleh : GODFRIED DAPAR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar