KEP. SANGIHE - Setelah menjalani pelantikan
sebagai Bupati dan Wakil Bupati defenitif oleh Gubernur Sulawesi Utara pada tanggal 22 Mei 2017 di
Manado,disusul dengan serah terima jabatan dengan Penjabat Bupati Sangihe John
Heid Polandung tanggal 24 Mei 2017 di
Tahuna waktu siang di gedung DPRD Kab.Sangihe, maka di malam harinya Jabes Esar
Gaghana,SE,ME dan Helmut Hontong,SE juga dikukuhkan sebagai Kepala Adat dan
Wakil Kepala Adat masyarakat Kepulauan
Sangihe dalam acara adat Mehebing
Datu di pandopo rumah jabatan bupati. Acara Mehebing Datu
adalah
suatu acara yag biasa dilakukan
oleh
masyarakat Sangihe sejak zaman
dahulu
kala untuk menobatkan seorang raja.
Dengan demikian maka Jabes Esar Gaghana dan Helmut Hontong pun
dipandang oleh masyarakat sebagai Raja
dan Wakil Raja Kepulauan Sangihe walau
dalam sistim pemerintahan yang periodik lima tahunan.
Dalam acara
yang dihadiri beberapa pe-
jabat
pemerintahan dari tingkat Pusat
dan dari Propinsi Sulawesi Utara,para Kepala Dinas/Badan di lingkungan Pem-
kab. Sangihe serta ribuan anggota/tokoh
masyarakat,tokoh
agama, tokoh adat
dan budaya Sangihe, Jabes Esar Gaghana
sebagai Bupati/Raja diberikan sebuah
tongkat yang terbuat dari batang kelapa pilihan sebagai sImbol penguasa
tertinggi dan pemberi komando dan Helmut Hontong sebagai Wakil Bupati/Wakil
Raja diberikan sebuah pedang perang yang oleh masyarakat Sangihe disebut bara sebagai lambang pertahanan/
keamanan. Untuk kesejukan jalannya pemerintahan ke depan,masing-masing pasangan
suami isteri Jabes Esar Gaghana bersama Ibu Riris Gaghana Katamsi dan Helmut
Hontong bersama Ibu Rahel Hontong Sasamu pun menjalani acara Menahulending
Datu dan Boki (penyejuk telapak tangan pemimpin raja/wakil raja dan
permaisuri).Setiap bagian acara inti
dalam seremonial mehebing datu yakni
pengukuhan yang ditandai dengan penyerahan tongkat dan pedang kerajaan dan
menahulending selalu diiringi dengan doa-doa yang diungkapkan dengan bahasa
adat Sangihe yang disampaikan langsung oleh salah satu pentua adat Sangihe Nikhlas
Mehare. Doa pengukuhan lainnya disampaikan dalam bagian acara pemotongan
kue adat Sangihe tamo yang dilaksanakan oleh salah seorang generasi muda
Hermanto Mohonis,S.Pd guru SMAN 1
Tabukan Utara.
Selanjutnya,
apa opini dan harapan masyarakat ketika Jabes Esar Gaghana dan Helmut
Hontong kini telah sukses melewati
segala gelombang dan hantaman selama proses menjelang pilkada dan telah tiba awal jayanya sebagai bupati
dan wakil bupati Sangihe ? Memang diakui
dukungan masyarakat pemilih bagi sepasang kandidat ini sangat luar
biasa, baik jumlah person dan suara maupun spontanitas partisipasi dalam bentuk
finansial/material. Sehingga sejak diketahuinya bahwa pilkada tersebut dimenangkan oleh pasangan Jabes Esar Gaghana
dan Helmut Hontong yang dipublikasikan dengan nama Pasangan MEGAHAGHO
terjadilah acara syukuran setiap hari di
setiap penjuru Kepulauan Sangihe yang
sifat pelaksanaannya pun spontanitas oleh masayarakat sendiri secara
berkelompok dan kedua tokoh Megahagho nanti dikagetkan dengan undangan-undanganya.
Semoga sukses dalam pelaksaan tugas kepemimpinannya sebagai bupati dan wakil
bupati. Memang kekuatan seorang raja dapat dilihat dalam besarnya jumlah
rakyat. Jika terus menerus memegang
keadilan tentunya sang raja terus disembah tetapi manakala terjadi kelaliman
pasti akan terjadi sanggah menyanggah. Masyarakat sangat manantikan wujud nyata
segala janji di saat kampanye yang berintikan realisasi multi kesejahteraan
lahir batin. Satu hal yang sering menjadi dilema dan simalakama bagi seorang
bupati dan inipun telah diungkapkan oleh Jabes Esar Gaghana dalam debat
kandidatnya yang terakhir, yaitu campur tangan sang isteri bupati dalam
pengaturan/pelaksanaan tugas sang suami, sehingga yang terjadi adalah kebijakan isteri menjdi tandingan bagi
kebijakan suami sebagai penguasa resmi. “Saya sudah mengingatkan kepada isteri
saya, bahwa jika saya terpilih sebagai bupati,maka hanya sayalah yang
bertindak sebagai bupati sedangkan
isteri tidak boleh menjadi bupati kedua,”demikian suara Pak Jabes di debat
kandidat bupati Sangihe di ruang sidang gedung DPRD KabSangihe pada waktu lalu.
GODFRIED DAPAR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar