SANGIHE - Kelancaran kegiatan
apapun selalu tergantung antara lainnya pada ketersediaan dana. Demikianpun di
sekolah-sekolah baik dalam rutinitas kegiatan adminitrasi maupun Kegiatan Belajar Mengajar dan sebagainya.
Namun di sekian Sekolah
Dasar di Kab.Sangihe menjelang
pelaksanaan beberapa tahapan ujian 2016/2017 sampai sekarang belum menerima
dana Bantuan Operasional sekolah (BOS)
triwulan 2. Hal itupun agaknya membuat
terhambatnya berbagai paket kegiatan pendidikan di sekolah. Namun
sekecil-kecilnya yang namanya pemimpin haruslah berbijaksana walau sifatnya
darurat untuk mencari solusi agar program kerja dapat berjalan terus sesuai
jadwal dan target kerja.
Beberapa kepala Sekolah Dasar
dihubungi oleh Waspada sempat mengeluh dengan keterlambatan pencairan dana Bos
tersebut, karena sudah saatnya harus membayar hutang belanja keperluan sekolah apalagi pelaksanaan ujian kini telah lewat karena di dalamnya ada suatu penderitaan yang
terjadi pada pihak-pihak yang berpiutang seperti antara lainnya pinjaman uang
dan bayaran kebutuhan siswa yang terhutang.
Keluhan-keluhan itu sempat
didengar oleh masyarakat pemerhati
pendidikan dan mengopinikannya lewat penyiaran RRI pro satu Tahuna.
Waspada pun merasa terpanggil
untuk paling tidak turut mengetahui penyebab terlunta-luntanya pendanaan
pendidikan di Kabupaten Sangihe dan hari Senin 29 Mei
2017 berusaha untuk berkunjung ke Kantor Dinas Pendidikan KabSangihe untuk bertemu dengan pejabat yang
berkompeten yakni Kepala Bidang Pembinaan Dikdas Dra.L.A.Daredas namun yang
bersangkutan tidak ada di tempat karena harus menjalankan tugas luar ke Manado. Namun sempat berkonsultasi lagi dengan beberapa kepala
sekolah dan guru SD dan mendapat suatu penjelasan bahwa keterlambatan pencairan
dana BOS kali ini adalah
diakibatkan oleh lambatnya pemasukan
berkas pertanggung-jawaban keuangan dana BOS
triwulan lalu dari beberapa sekolah.
”Ini salah satunya dari sekolah
kami baru saja akan dimasukkan sekarang,”kata seorang guru yang ditugaskan oleh
kepala sekolahnya untuk mengantarkan berkas
SPJ dana BOS dan ketemu dengan Waspada di halaman Kantor Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Sangihe. Sebenarnya unit-unit sekolah saat
sekarang ini telah lebih dari cukup segaa fasilitas pendukung pelaksanaan
pekerjaan dengan masuknya komputer di sekolah-sekolah.
Ketimbang kesejahteraan guru yang
semakin naik-naik terus, di manakah
loyalitas dan prestasi kerjanya
? Kiranya ini dapat disadari oleh seluruh
Kepala Sekolah dan karyawan pendidikan, khususnya di semua sekolah dasar yang
ada di KabSangihe. Yang tebaik adalah
seimbang antara hak dan kewajiban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar